First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Iklan

Bolehkah Memuji Diri Sendiri?

Pernahkah kamu terlibat pembicaraan dengan seseorang dan lawan bicaraanmu itu banyak memuji dirinya sendiri?

Pasti akan sangat memuakan. Karena saya pernah mengalami itu bahkan saya pernah melakukannya. Sangat menggelikan membayangkan diri saya saat itu. Bersyukurlah saya sadar itu sesuatu yang buruk.

Setiap orang ingin di puji, setiap orang senang dengan pujian tulus. Karena pujian seperti sebuah anggapan.

Bahkan pujian layaknya suatu kebutuhan rohani manusia. Itu juga alasan beberapa orang senang memuji diri mereka sendiri.

Bukannya sombong tetapi saya sering memuji diri saya sendiri bahkan setiap hari. Saya mengatakan pada diri saya “Aku hebat, aku berharga, aku penting, aku bukan manusia biasa, aku makhluk luar biasa”.

Tetapi saya tidak melakukan itu di depan orang. Saya melakukannya di dalam hati, saya bahkan menyatakannya dengan suara tentu saat saya sedang sendirian.

Apakah itu sesuatu yang buruk?

Tentu tidak. Asalkan anda melakukannya tanpa ada orang lain yang mendengar atau mengetahuinya.

Memuji diri sendiri merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri kita, keberanian kita, juga yang terpenting adalah meningkatnya citra diri kita.

Ketika citra diri kita meningkat kita akan lebih efektif dalam mengambil keputusan.

Selain itu pujian terhadap diri sendiri juga adalah bentuk dari apresiasi diri. Kita perlu memberi apresiasi terhadap diri kita sendiri setiap kita melakukan sesuatu yang baik, benar, atau bahkan meskipun hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan.

Rasakanlah perbedaannya dalam beberapa hari setelah anda melakukannya.

– Kuntoro –

Jangan Sombong

“Jangan sombong. Jika kelebihanmu yang seharusnya kamu syukuri tapi malah kamu pergunakan untuk merendahkan orang lain, Tuhan akan menurunkan rasa hormat orang lain terhadapmu atau bahkan mengambil kembali kelebihan yang ada dalam dirimu”

“Alangkah lebih baik jika kita tetap berendah hati. Dan lebih membantu orang lain untuk menemukan dan meningkatkan kelebihan mereka. Orang lain akan sangat menghargai kita, menyukai kita, mengagumi kita jika kita tidak memamerkan apa yang menjadi kelebihan kita. Tetapi kita justru membantu orang lain meningkatkan kelebihan mereka. Orang lain tidak hanya akan menyukai diri mereka tetapi lebih dari itu mereka akan sangat menyukai dirimu.

Tidak perlu memberi tau orang lain tentang kelebihan kita, agar orang lain mengagumi kita. Tetapi buatlah orang lain tau bahwa kita mengagumi mereka, maka mereka akan sangat mengagumi kita”

– Kuntoro –

Kamu lebih besar dari apa yang kamu pikirkan

Pixabay
Sumber: Pixabay.com

Kamu hanya akan mencapai setinggi apa yang kamu yakini.

Jika kamu meyakini bahwa kemampuanmu hanya menjadi setinggi ketua RT maka kamu hanya akan menjadi setinggi ketua RT. Tetapi sesungguhnya kamu bisa menjadi lebih dari itu, kamu bisa menjadi seorang bupati bahkan lebih dari itu.

Keyakinan kita akan membawa kita ketingkat tertinggi dari potensi kita. Tetapi keyakinan kita juga bisa menghambat kita.

Maka perhatikanlah keyakinan yang kita miliki, apakah itu meningkatkan atau justru menghambat kita.

– Kuntoro –

Kata – Kata Bisa Menjadi Nyata

Ini bukan sekedar omong kosong tetapi memang seperti itu kebenarannya. Yang kita katakan pada orang lain, yang orang lain katakan pada kita, ataupun yang kita katakan pada diri kita sendiri bisa menjadi nyata.

Ada satu syarat kata – kata bisa menjadi nyata. Yaitu, jika kita “mempercayainya”.

Seseorang mengatakan hal buruk tentangmu, mungkin itu sedikit melukaimu tetapi itu tidak akan merubah apapun dari dirimu kecuali kamu mempercayainya.

Yang di katakannya memang bukan sebuah kebenaran tetapi jika kita mempercayainya, lama – lama itu akan menjadi kenyataan. Awalnya mungkin hanya sekedar persepsi tetapi lama – kelamaan akan menjadi realitas kehidupan kita.

Jika seseorang mengatakan hal buruk pada/tentang saya, itu memang melukai saya. Tetapi saya akan lebih mendengarkan suara – suara positif dalam diri saya ketimbang suara dari luar diri saya, dan lebih mempercayai kata – kata positif dari dalam diri saya di banding penilaian buruk orang lain tentang saya.

Perkataan atau penilaian buruk orang lain pada kita, kita abaikan. Dan perkataan atau penilaian baik dari orang lain pada kita, terima itu. Jika orang lain saja mempercayai hal baik dari diri kita mengapa kita tidak.

Hal lain yang sering menjadi masalah adalah, banyak diantara kita yang justru sering mengatakan hal – hal buruk pada/tentang diri kita sendiri.

Seperti sering menghujat, memaki, mengutuk diri sendiri.

Merendahkan, meremehkan, meragukan kemampuan diri sendiri.

“Akukan bodoh mana mungkin aku bisa, Aku cuma lulusan sekolah yang rendah, aku terlahir dari keluarga miskin, aku pasti tidak akan sukses”

Atau juga kita sering mengingatkan diri kita tentang kesalahan – kesalahan yang telah di lakukannya.

Itu semua menghambat kita mencapai kemungkinan – kemungkinan yang lebih tinggi yang bisa kita capai. Itu menghambat kita mengeluarkan potensi – potensi terbaik kita, yang telah Tuhan anugrahkan pada kita.

Sesuatu yang logis jika seseorang berbicara pada dirinya sendiri. Namun menjadi sesuatu hal yang negatif jika yang kita katakan pada diri kita sendiri adalah hal – hal yang buruk.

Fakta bahwa kata – kata bisa menjadi nyata adalah sebuah anugerah, mengapa tidak kita syukuri saja dengan mempergunakannya dengan baik.

Dengan mengatakan hal – hal positif pada orang lain untuk meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan dirinya.

Dengan mengatakan hal – hal baik dari diri orang lain untuk membesarkan hatinya.

Atau juga melakukan hal seperti itu pada diri kita sendiri.

Dan berhati – hatilah dengan ucapan – ucapan negatif, karena itu bisa merusak orang lain bahkan diri kita sendiri.

– Kuntoro –

Terimakasih 2017 dan Selamat Datang 2018

sumber : pixabay.com

Pengukur Diri

Patokan untuk mengukur diri apakah kita sudah menjadi lebih baik atau belum adalah bukan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain, tapi dengan membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita yang kemarin” – Kuntoro –


Mengevaluasi Diri

Hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2017 dan menyambut tahun baru 2018. Dan di hari terakhir di tahun ini mari kita coba evaluasi diri kita setelah 12 bulan yang telah kita lewati di tahun 2017 ini.

  • Apakah kemampuan kita bertambah?
  • Apa sajakah kemampuan yang kita pelajari selama tahun 2017?
  • Apakah kemampuan kita meningkat?
  • Apakah kita tumbuh menjadi di yang lebih baik dari tahun lalu?
  • Apakah kita sudah selesai dengan masalah – masalah kita?
  • Apakah kita sudah tidak lagi marah pada sesuatu yang tahun lalu sering membuat kita marah?
  • Apakah kita sudah tidak lagi kecewa pada sesuatu yang tahun lalu sering membuat kita kecewa.

Dengan berjalannya waktu usia kita bertambah, fisik kita bertumbuh. Tetapi banyak di antara kita yang hanya bertambah tua tapi secara mental tidak bertambah dewasa. 

Usia kita bertambah tetapi ko kita tidak banyak berubah? Kenapa ko sikap kita masih sama seperti kita yang kemarin? Mengapa ko perilaku kita masih sama seperti tahun lalu?

Apa saja sebenarnya yang telah kita lakukan selama ini? Mengapa ko kita hanya membuang – buang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna yang hanya memberi kesenangan yang sementara, tetapi justru menambah penyesalan yang panjang di masa depan?

Katanya ingin jadi orang sukses. Katanya ingin jadi orang hebat. Katanya ingin jadi orang kaya. Katanya ingin menikah dengan pujaan hati yang baik. Mengapa ko kita hanya menginginkan tetapi tidak mengupayakan menjadikan diri pantas bagi perubahan yang lebih baik?

Terus mau sampai kapan kita begini?

Apa sih sebenarnya yang sedang kita tunggu?

Hukumnya, Tuhan tidak akan merubah seseorang kecuali seseorang tersebut merubah dirinya sendiri terlebih dahulu. Mari kita inginkan perubahan dalam diri kita yang lebih baik dan bertindak mengupayakan perubahan itu, serta meyakini bahwa Tuhan pasti membantu kita, asalkan kita bersungguh – sungguh apapun pasti terwujud. Toh tugas kita hanya melakukan apa yang sesuai dengan kemampuan kita bisa lakukan, sisanya mari kita serahkan pada Tuhan apa yang tidak bisa kita lakukan.
Resolusi Tahun Baru.

Di tahun – tahun sebelumnya saya pribadi tidak pernah membuat resolusi. Saya paling hanya berdoa semoga tahun depan saya menjadi orang yang lebih baik. Karena saya tidak begitu tau apa pentingnya membuat sebuah resolusi.

Tetapi sekarang saya mulai mengerti bahwa membuat resolusi itu ternyata penting. Bukti pengertian itu di tandai dengan akhir – akhir ini saya yang banyak menyesali diri saya.

“Aduh andai aja awal tahun kemaren saya buat target – target, saya buat rencana – rencana pasti di akhir tahun ini saya mendapatkan banyak kemajuan. Nyesel saya ternyata selama ini saya banyak membuang – buang waktu buat sesuatu yang kurang berguna”

Belajar dari kesalahan itu dan juga karena saya tidak ingin menerima penyesalan yang sama di masa depan, saya putuskan untuk membuat resolusi.

Saya mulai mengerti bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, saya baru sadar bahwa selama ini kita telah menyia – nyikan waktu, dan saya bersyukur di sadarkan sekarang karena banyak orang yang baru di sadarkan pas mereka tua.

Di mulai bahkan sudah sejak seminggu yang lalu saya ingin di tahun 2018 saya menjadi pribadi yang mampu menggunakan waktu dengan bijak. Itu hanya salah satu resolusi saya, karena setelah saya merenung ternyata banyak yang musti saya perbaiki. Saya harus menaikan standar – standar kehidupan saya, saya harus meningkatkan kemampuan saya, saya juga harus menambah keahlian – keahlian saya.

Wah 2018 saya pikir akan menjadi awal yang luar biasa buat hidup saya. Saya sangat optimis dan benar – benar tidak sabar untuk 2018.

Selamat Tahun Baru 2018
– Kuntoro –

Ujian Mental (2)

Saya sebelumnya sudah menulis artikel dengan judul yang sama, artikel yang ke 2 ini hampir sama pesannya namun  akan menggunakan contoh yang berbeda dan lebih mudah untuk bisa di mengerti.
Kenapa saya membuatnya lagi dengan judul yang sama, karena sebenernya artikel yang ke dua inilah ide pertama saya, namun karena sudah terlalu lama dan tidak di tulis saya jadi lupa.

Ok jadi ini idenya saya dapatkan dari drama korea berjudul “Dream High”. Lebih tepatnya  Deam High seaseon 1, soalnya ini memiliki 2 seaseon, seaseon yang pertama tayang tahun 2010 sedangkan seaseon yang kedua tayang tahun 2012, keduanya hampir memiliki cerita yang sama yaitu tentang sekelompok anak SMA yang mengejar mimpi di dunia musik.

Ok jadi ceritanya ada 6 anak SMA yang memiliki bakat di bidang musik, dari menyanyi, memainkan alat musik sampai ngedance. Mereka bersekolah di sekolah yang sama bernama sekolah kirin, yang adalah sekolah musik.

Suatu hari ada sebuah penguman di sekolah kirin, di beritahukan ada sebuah audisi untuk menjadi seorang penyanyi dan bisa memulai debutnya sebagai penyanyi profesianal.

Semua siswa dan siswi di sekolah kirin sangat antusias mendengarkan. Namun setelah pihak sekolah mengumumkan syarat – syaratnya, bahwa peserta bukan hanya sekedar bisa menyanyi dan menari tetapi juga harus menguasai 3 bahasa asing. Sontak seluruh siswa siswi mengeluhkan sulitnya syarat audisi, mereka semua berpikir untuk tidak mengikuti audisi ini saja, karena tidak ada yang menguasai 3 bahasa asing, jika harus belajarpun membutuhkan waktu yang sangat lama. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk tidak mengikuti audisi termasuk ke 6 siswa siswi itu.

Tetapi karena keinginan yang sangat kuat untuk debut sebagai penyanyi, ke 6 siswa siswi itu berunding dan mereka memutuskan untuk mengikuti audisi ini, padahal tidak ada satupun diantara ke 6 siswa siswi itu yang menguasai 3 bahasa asing.

Dan  ternyata dari seluruh siswa hanya 6 siswa itu saja yang berani mendaftar audisi, dan hebatnya mereka semua dinyatakan lolos audisi.

Ternyata syarat untuk menguasai 3 bahasa asing hanyalah ujian mental, itu membuat seluruh siswa tidak mau mencoba karena melihat bahwa kemampuannya sendiri tidak memungkinkan diri mereka untuk lolos audisi. Karena syarat yang sebenarnya adalah Mau.

Ujian mental adalah ujian pertama sebelum kita melakah dan menghadapi ujian – ujian lainnya, jika di ujian mental saja kita menyerah bagaimana dengan di ujian yang sesungguhnya.
Dan di dunia nyata ini juga sering sekali terjadi pada diri kita. Sering sekali kita itu takut untuk mencoba, setelah membandingkan kemampuan kita dan syarat untuk berhasil, akhirnya setelah mengetahui bahwa kemampuan kita tidaklah cukup, kita akhirnya memutuskan untuk menyerah sebelum mencoba.

Kita sering sekali terlalu fokus pada kesulitan dan melupakan kemudahannya.

Dan ternyata di bandingkan kemampuan, kemauan justru lebih penting, karena kemampuan bisa di pelajari sedangkan kemauan belum tentu ada dalam diri setiap orang. Perhatikan saja sebenarnya banyak orang memiliki kemampuan hebat namun kurangnya kemauan yang sungguh – sungguh dari diri mereka membuat mereka menyia – nyiakan kemampuan yang di milikinya.
Jika kita merasa kemapuan kita belum cukup dan membandingkan dengan syarat yang ada dan kita menemukan bahwa kita tidak akan berhasil maka tetaplah mencoba. Karena dari mencoba itulah kita justru memperbaiki kemampuan kita.

Jadi saya katakan dengan tegas pada diri kamu sekarang, bahwa kamu sangat mampu, dan yang perlu kamu miliki sekarang adalah kemauan, kemauan yang bersungguh – sungguh dan beranilah untuk mencoba.

Tidak ada yang sia – sia ketika kamu berani encoba, jika kamu berhasil berarti kamu sukses dan jika kamu gagal berarti kamu mendapatkan pelajaran.

– Kuntoro –